Kategori Arsip : Info Akademik

Syarat Pengambilan Ijazah

BAGI ALUMNUS WISUDAWAN/WATI 2010 s.d 2015

1. SUDAH MENYELESAIKAN KRS SELAMA STUDI.
2. MENYERAHKAN HASIL LAPORAN PKL / PENELITIAN.
3. SUDAH MENYELESAIKAN TUGAS AKHIR (SIDANG SKRIPSI & KOMPREHENSIF)
4. MEYERAHKAN 2 JILID / KAFER SKRIPSI YANG TELAH DI SETUJUI PARA PEMBIMBING.
5. SUDAH MENYELESAIKAN SEGALA BENTUK TUNGGAKAN ADMINISTRASI PADA KAMPUS.
6. MENYERAHKAN TANDA BUKTI RESMI DARI BAAK.(BAGIAN KEUANGAN).
7. PENGAMBILAN IZASAH AKAN DI PROSES BAGI YANG SUDAH MEMENUHI SEMUA KETENTUAN TERSEBUT DIATAS.
8. PROSES PENGAMBILAN IZASAH SELAMA 1 MINGGU SETELAH YANG BERSANGKUTAN KONFIRMASI TERLEBIH DAHULU.
9. BAAK AKAN LANGSUNG MEMPROSES LAPORANNYA KEPADA PIHAK YAYASAN & AKADEMIK.
10. IZASAH DAPAT DIAMBIL ATAU BAAK AKAN LANGSUNG MENGHUBUNGI YBS.
11. PENGAMBILAN IZASAH TIDAK DAPAT DIWAKILKAN KECUALI YBS MEMBERIKAN KUASA PADA YANG MEWAKILKAN.

TERIMAKASI DAPAT DIJALANKANNYA DENGAN BAIK & TERTIB

KETUA BIDANG AKADEMIK
STISIP BEKASI

SOERIPNO,S.SOS.MM

Ujian Skripsi dan Komprehensip

TATA TERTIB
PESERTA UJIAN SKRIPSI DAN KOMPREHENSHIF
TAHUN AKADEMIK 2015/2016
  1. Setiap Peserta sudah berada di tempat/ruang ujian 15 menit sebelum acara dimulai.
  2. Peserta memakai Jas Almamater STISIP BEKASI
  3. Peserta dan semua yang berada dalam Ruang Pelaksanaan ujian tidak diperkenankan merokok, dan membuang sampah tidak pada tempatnya.
  4. Peserta wajib berpakaian sopan, baik kepada penguji dan sesama peserta Ujian.
  5. Peserta dan semua yang terkait dengan Pelaksanaan sidang, dilarang meninggalkan tempat sidang tanpa seijin panitia.

Pedoman Umum Perwalian

I. DASAR PEMIKIRAN

1. Dasar Formal

Dasar formal pemebrian layanan bimbingan kepada para mahasisa adalah Undang-Undang No. 20 tahun 2003, PP No. 60 tahun 1999, kurikulum dan Pedoman akademik Universitas ‘ARS’ Internasional

2. Problema-Problema Mahasiswa

  • Belajar di perguruan tinggi memiliki karakteristik yang berbeda dengan belajar di sekolah lanjutan. Karakteristik utama belajar di perguruan tinggi adalah kemandirian, baik pada pelaksanaan kegiatan belajar, pemilihan program studi maupun pengelolaan dirinya sebagai mahasiswa. Mahasiswa dituntut untukmbanyak belajar sendiri, mengkaji dan memmperdalam bahan kuliah sendiri tanpa banyak di atur, diawasi dan dikendalikan oleh dosen-dosennya. Dalam hal mengelola kehidupannya mahasiswa dipandang telah cukup dewasa untuk dapat mengatur kehidupannya sendiri, sehingga bagi mereka yang menginginkan, tidak ada larangan mengikuti kuliah sambil bekerja ataupun telah berkeluarga.
  • Pada pelaksanaannya untuk merealisasikan kemandirian tersebut perkembangan tidak selalu mulus dan lancar. Bahkan banyak hambatan dan problema yang mereka hadapi. Oleh karena itu untuk mengembangkan diri dan menghindari serta mengatasi berbagai hambatan serta problema tersebut diperlukan bantuan dari para dosennya untuk membimbing baik itu problema studi ataupun problema sosial pribadi.

2.1 Problema Akademik

Problema akademik merupakan hambatan atau kesulitan yang dihadpi oleh para mahasiswa dalam merencanakan melakasanakan dan memaksimalkan perkembangan belajarnya.

Beberapa problema yang dihadapi pada mahasiswa diantaranya sebagai berikut :
a. Kesulitan dalam mengatur waktu belajar disesuaikan dengan banyaknya tuntutan dan aktivitas waktu yang tersedia.
b. Kesulitan dalam mendapatkan buku sumber belajar.
c. Kesulitan dalam menyusun makalah, laporan dan bahan tugas akhir
d. Kesulitan dalam mempelajari buku-buku yang berbahasa asing
e. Kurangnya motif atau semangat belajar
f. Rendahnya rasa ingin tahu dan ingin mendalami IMTAG dan IPTEK dan seterusnya

2.2 Problema Sosial Pribadi

Problema sosial pribadi merupakan kesulitan-kesulitan yang dihadapi para mahasiswa dalam mengelola kehidupan sendiri serta menyesuaikan diri dengan kehidupan sosial, baik di kampus ataupun di tempat tinggal mahasiswa.

Beberapa problema yang dihadapi mahasiswa :
a. Kesulitan ekonomi/biaya kuliah
b. Kesulitan menyesuaikan diri dengan temana-teman sesama mahasiswa di kampus atau lingkungan tempat tinggal.
c. Kesulitan karena masalah-masalah keluarga.

II. PENGERTIAN, FUNGSI DAN TUJUAN BIMBINGAN MAHASISWA

1. Pengertian

Bimbingan mahasiswa merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh dosen pembimbing dalam rangka membantu para mahasiswa untuk mengembangkan dirinya dan mengatasi problema-problema akademik maupun problema sosial pribadi

2. Fungsi

Bimbingan mahasiswa mempunyai beberapa fungsi yaitu :
a. Pengenalan dan pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi, potensi dan karakteristik mahasiswa.
b. Membantu penyesuaian diri dengan kehidupan perguruan tinggi
c. Membantu mengatasi problema-problema akademis dan problema sosial pribadi yang berpengaruh terhadap perkembangaan akademik mahasiswa.

3. Tujuan

Dengan diberikan bimbingan mahasiswa diharapkana :
a. Mampu mengembangkan bakat, minat dan cita-cita mereka sesuai dengan bidang studi yang mereka pilih
b. Mampu menyelesaikan perkuliahan dan segala tuntutan perkuliahan tepat pada waktunya.
c. Memperoleh prestasi belajar yang sesuai dengan kemampuan mereka.
d. Mampu membina hubungan sosial dengan sesama mahasiswa dan dosennya.
e. Memiliki sikap dan kesiapan profesional.

III. PEMBIMBINGAN

1. Syarat-Syarat Pembimbingan

Bimbingan mahasiswa akan berjalan dengan baik, jika di dukung oleh tenaga pembimbingan yang memiliki kualitas kepribadian yang memadai, pengetahuan yang komprehensif serta dedikasi terhadap

2. Rasio Pembimbingan Dengan Mahasiswa
3. Tugas dan Kewajiban Dosen Pembimbing Akademik

IV. RUANG LINGKUP BIMBINGAN MAHASISWA

1. Menyangkut pada kegiatan akademik mahasiswa pada semester yang akan berjalan
2. Menyangkut pada kesulitan akademik yang dialami oleh para mahasiswa.
3. Menyangkut pada permasalahan social yang akan berhubungan dengan kegiatan perkuliahan mahasiswa

V. PROSEDUR BIMBINGAN

  1. Mahasaiswa mengambil hasil studi semester sebelumnya, untuk menjadi acuan dalam melaksanakan perwalian, kecuali bagi mahasiswa semester 1 (satu) karena masih mengambil mata kuliah dengan sitem paket.
  2. Mahasiswa melaksanakan pengambilan KRS (Kartu Rencana Studi) sesuai dengan program sudi masing-masing yang kemudian menghadap kepada para wali studi masing-masing.
  3. Melaksanakan pembayaran uang kuliah sesuai dengan angkatan masing-masing mahasiswa pada program studinya.

VI. DISTRIBUSI MATA KULIAH

distribusi-mata-kuliah

Pedoman Penilaian (IPK)

PENILAIAN KEBERHASILAN STUDI MAHASISWA
SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
(STISIP) BEKASI

A. Penilaian Keberhasilan Studi Semesteran

  1. Penilaian keberhasilan studi semesteran dilakukan pada setiap akhir semester meliputi seluruh mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa selama semester tersebut dengan menggunakan ru,mus IP sebagai berikut :
    rumusnilai
    Keterangan :
    IP = Indeks prestasi
    X = Nilai ujian mata kuliah
    Y = Satuan kredit semester (SKS) untuk mata kuliah tersebut hasil
    perhitungan sampai dua decimal untuk digunakan dalam menentukan
    beban studi yang boleh diambil pada semester berikutnya.
  2. Penilaian Keberhasilan Studi Untuk Penyelesaian Studi Berikutnya
    Untuk program sarjana keberhasilan mahasiswa dapat dilihat pada pelaksanaan pengambilan SKS pada setiap semester, maka mahasiswa yang telah memperoleh nilai IP semester akan dijadikan sebagai acuannya. Penentuan IPnya akan menentukan jumlah SKS yang diperbolehkan untuk mengambil SKS saat perwalian/bimbingan akademik.

B. Penilaian Keberhasilan Akhir Program

  1. Mahasiswa yang telah mengumpulkan 135 – 140 SKS yang ditentukan bagi program sarjana dengan minimal IPK 2,50 diperkenankan untuk mengikuti ujian sidang.
  2. Waktu untuk menyelenggarakan ujian siding diatur dalam kalender akademik
  3. Penentuan indeks prestasi komulatif (IPK) ditentukan dengan rumusrumusnilai
    Keterangan :
    IPK = Indeks Prestasi Komulatif
    X = Nilai ujian mata kuliah
    Y = Satuan kredit semester (SKS) untuk mata kuliah selama 8 semester.

C. Penentuan Nilai Ujian Sidang

  1. Nilai ujian siding bagi tugas akhir diperoleh dengan rumus  nilaiujian
    Keterangan :
    q = Nilai ujian sidang
    r = Nilai mempertahankan tugas akhir
    s = Nilai tugas akhir
  2. Nilai siding (q) minimal 55,00 peserta ujian siding yang memperoleh nilai lebih kecil dari 55,00 dinyatakan tidak lulus.

D. Penentuan Yudisium

  1. Penentuan yudisium diperoleh dengan rumus :

nilaiyudisium
Keterangan :
Y = Nilai Yudisium
IPK = Nilai indeks prestasi komulatif
q = Nilai ujian sidang

2. Batas minimal yudisium untuk kelulusan pada program sarjana adalah pada skala 10 – 100 sebesar 55,00 dan setara dengan skala 0 – 4 sebesar 2,00

3. Derajat yudisium untuk program sarjana diatur sebagai berikut :

derajatyudisium

Syarat Pengambilan Nilai

  1. Melunasi SPP selama 1 semester UTS dan UAS untuk 1 semester trankrip nilai
  2. Menunjukan bukti kwitansi pembayaran SPP, infaq gedung, UTS, UAS, dan kartu ujian
Perhatian: Bagi mahasiswa yang lama tidak aktif mengikuti perkuliahan maka dianggap sebagai mahasiswa yang telah DO (drop out) sudah tidak terdaftar di database lagi.

Syarat Mengikuti Sidang Skripsi

  1. Melunasi biaya kuliah dan sidang
  2. Mengisi formulir pernyataan sidang
  3. Menyerahkan foto close-up dengan memakai jas almamater dan dasi masing ukuran 4X3 = 10 lembar*
  4. Menyerahkan 3 rangkap fotocopy skripsi
  5. Ketika sidang berpakaian kemeja dan dasi
*untuk Prodi IP dengan background warna merah sedangkan prodi AN dengan background warna hijau

Syarat Beasiswa STISIP Bekasi

  1. Aktif mengikuti perkuliahan
  2. Diperuntukan mulai semester II s/d Semester VI
  3. Telah mendaftar ulang dan mengisi KRS
  4. Nilai IPK minimal 2,75
  5. Foto copy KK dan KTP 2 lembar
  6. Surat Keterangan Domisili/tidak mampu dari kelurahan
  7. Bagi Mahasiswa miskin/tidak mampu wajib membawa surat tidak mampu untuk keringanan biaya serta slip gaji (slip gaji orang tua bagi yang belum bekerja) dari tempat kerja